Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo semprot Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA), Mayjen TNI (Purn) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw terkait persoalan kekeringan sawah di Bekasi. (Foto: Tangkapan Layar video viral di TikTok)

Sawah 100 Hektare Kering Tujuh Bulan, Menteri PU Tegur Keras Dirjen SDA: “Kamu PHP Saya”

42

Ambon, JejakInfo.id — Persoalan kekeringan yang melanda lahan pertanian di Kabupaten Bekasi memicu teguran keras Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo kepada Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA), Mayjen TNI (Purn) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw.

Teguran itu disampaikan saat Menteri PU meninjau langsung kondisi persawahan di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Di lokasi tersebut, petani mengeluhkan sawah mereka telah mengalami kekeringan selama sekitar tujuh bulan.

Lebih dari 100 hektare lahan persawahan dilaporkan terdampak. Kondisi tersebut membuat petani kesulitan memperoleh pasokan air untuk mengairi tanaman mereka.

Di hadapan jajaran terkait, Dody mempertanyakan lambannya penanganan persoalan tersebut.

Ia meminta Dirjen SDA tidak sekadar menerima laporan, tetapi memastikan persoalan di lapangan segera ditangani.

“Pak Dirjen, jangan suka jalan-jalan. Lebih action,” tegas Dody.

Dody kemudian mengingatkan latar belakang Arnold yang merupakan mantan anggota Kopassus. Menurutnya, pengalaman tersebut semestinya menjadi modal untuk lebih aktif melihat dan menyelesaikan persoalan langsung di lapangan.

“Bapak kan mantan Kopassus. Harusnya Bapak lebih giat lagi di lapangan,” ujarnya.

Teguran Menteri PU semakin tajam ketika ia menyinggung komunikasi dan janji penanganan yang sebelumnya disampaikan Dirjen SDA.

“Saya hanya menunjukkan kepada Bapak, nggak lebih nggak kurang, bahwa selama ini Bapak PHP saya,” kata Dody.

Istilah “PHP” tersebut digunakan Dody untuk menggambarkan adanya janji atau komitmen penanganan yang menurutnya belum diwujudkan sebagaimana yang diharapkan.

Dalam kesempatan itu, Dirjen SDA menyampaikan bahwa persoalan tersebut akan segera direspons dan ditangani pada hari berikutnya. Namun, jawaban tersebut langsung dipotong Dody.

“Jangan besok. Petani sudah tidak dapat air tujuh bulan, kok masih besok?” tegasnya.

Dody meminta jajaran Dirjen SDA tidak lagi menunda langkah penanganan. Ia bahkan meminta petugas yang bertanggung jawab di lapangan segera dipanggil ke lokasi.

“Petugas kamu di mana sekarang? Suruh ke sini,” perintah Dody.

Bagi Menteri PU, kondisi sawah yang telah berbulan-bulan kekeringan membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar janji penanganan. Pemerintah diminta memastikan persoalan pasokan air bagi petani segera mendapatkan solusi.

Teguran terbuka tersebut sekaligus menunjukkan bahwa persoalan pengelolaan sumber daya air di wilayah pertanian tidak cukup diselesaikan melalui laporan administratif. Kondisi lapangan dan kebutuhan petani menjadi persoalan yang harus segera dijawab oleh jajaran teknis.

Kekeringan yang berlangsung selama tujuh bulan menjadi pukulan berat bagi petani di Desa Karangharja. Dengan lebih dari 100 hektare lahan terdampak, kebutuhan terhadap pasokan air menjadi semakin mendesak.

Kunjungan Menteri PU tersebut pun menjadi momentum bagi jajaran SDA untuk memastikan penanganan tidak berhenti pada instruksi, tetapi berlanjut pada tindakan nyata di lapangan. (ji7)

1 Menyukai postingan ini