-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Saparua, JejakInfo.id — Suasana berbeda terlihat di SD Negeri 213 Maluku Tengah, Negeri Porto, Kecamatan Saparua. Jika biasanya siswa mengerjakan ujian dengan lembar kertas dan pensil, kali ini para siswa kelas VI mulai beradaptasi dengan sistem ujian berbasis online menggunakan telepon genggam.
Selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (8–9 Mei 2026), sekolah menggelar simulasi Ujian Sekolah Berbasis Online sebagai persiapan menghadapi ujian resmi yang akan berlangsung pada 11–13 Mei mendatang.
Kegiatan ini menjadi pengalaman perdana bagi para siswa maupun pihak sekolah dalam menerapkan sistem ujian digital.
Di ruang kelas, para siswa tampak serius mengikuti arahan guru. Sebagian masih terlihat canggung saat membuka aplikasi ujian di layar HP, namun perlahan mulai terbiasa setelah mendapat pendampingan dari guru dan wali kelas.
Kepala Sekolah SD Negeri 213 Maluku Tengah, J. Tetelepta, S.Pd mengatakan bahwa penerapan ujian berbasis online baru pertama kali dilakukan pada Tahun Pelajaran 2025–2026 sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan dunia pendidikan berbasis digital dan sebagai upaya sekolah mengikuti perkembangan teknologi di dunia pendidikan.
“Ujian secara online dalam penggunaan aplikasi baru kami mulai di tahun ini bagi siswa-siswi Tahun Pelajaran 2025–2026. Kami siap mendukung program pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pendidikan maupun Pemerintah Pusat,” ujarnya saat ditemui wartawan Jumat (8/5).
Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kesiapan sekolah dan peserta didik agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman.
“Dunia sekarang sudah berkembang sangat pesat. Saya sebagai kepala sekolah tidak mau anak-anak saya ketinggalan perkembangan zaman, khususnya dalam proses pembelajaran dan ujian secara online. Sekolah harus bangkit mengikuti perkembangan digital agar siswa-siswi dapat memahami penggunaan alat elektronik dengan baik,” tambahnya.
Kepsek juga menegaskan komitmennya untuk terus memajukan pendidikan anak-anak di Negeri Porto, khususnya di SD Negeri 213 Maluku Tengah, agar mampu bersaing dan berkembang mengikuti kemajuan pendidikan di era modern saat ini.
“Kami ingin memajukan pendidikan anak-anak di Negeri Porto, lebih khususnya di SD Negeri 213 Maluku Tengah. Anak-anak harus mendapat pendidikan yang baik, berkualitas, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi serta pendidikan modern agar mereka tidak tertinggal dengan sekolah-sekolah lain,” jelasnya.
Selain itu, selaku Kepsek, dirinya juga meminta dukungan penuh dari para orang tua siswa terhadap setiap program sekolah, khususnya dalam mendukung kesiapan anak menghadapi ujian sekolah berbasis online.
“Kami berharap dukungan dari seluruh orang tua siswa agar bersama-sama mendukung setiap program sekolah. Orang tua juga perlu memperhatikan jam belajar anak di rumah, mendampingi mereka dalam persiapan ujian, serta memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang akan mengikuti ujian sekolah berbasis online agar mereka lebih siap dan fokus saat pelaksanaan ujian nanti,” ungkapnya.
Namun demikian, pihak sekolah juga menyampaikan adanya kekhawatiran terkait stabilitas pasokan listrik saat pelaksanaan ujian berlangsung.
“Kami seringkali terkendala dengan pemadaman listrik yang terjadi secara tiba-tiba. Karena itu, kami berharap pemerintah dapat memperhatikan hal ini agar selama proses ujian berlangsung selama tiga hari nanti tidak terjadi pemadaman lampu, sehingga pelaksanaan ujian sekolah berbasis online dapat berjalan lancar tanpa hambatan,” harapnya.
Wali Kelas VI, R. Latuihamallo, S.Pd turut memberikan motivasi kepada seluruh siswa agar tetap semangat dan percaya diri menghadapi ujian.
“Soal-soal yang nanti akan keluar dalam pelaksanaan ujian merupakan materi yang selama ini sudah diajarkan di kelas. Saya berharap anak-anak wali saya bisa mengerjakan soal-soal dengan baik dan memperoleh hasil yang memuaskan,” ujarnya.
Sementara itu, siswi kelas VI, Theofilia Aponno, mengaku simulasi ujian sangat membantu dirinya memahami penggunaan aplikasi ujian melalui HP.
“Awalnya saya merasa gugup karena baru pertama kali mengikuti ujian online menggunakan HP, tetapi setelah simulasi saya jadi lebih paham dan percaya diri,” katanya.
Hal senada disampaikan siswa Evraim P. Nanlohy. Ia berharap pelaksanaan ujian nantinya dapat berjalan dengan baik dan lancar.
“Kami jadi tahu cara masuk ke aplikasi ujian dan cara menjawab soal dengan benar. Semoga saat ujian nanti semuanya bisa berjalan lancar,” ujarnya.
Melalui kegiatan simulasi ini, pihak sekolah berharap seluruh siswa-siswi kelas VI dapat lebih siap secara mental maupun teknis dalam menghadapi ujian sekolah berbasis online, sehingga pelaksanaan ujian nantinya dapat berjalan sukses, tertib, dan memperoleh hasil yang maksimal. (ji5)


