-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



AMBON, JejakInfo.id – Proses seleksi penerimaan siswa baru di SMA Siwalima kembali menuai sorotan. Sejumlah orang tua dan peserta dari beberapa kabupaten/kota di Maluku meminta Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, turun tangan mengevaluasi pelaksanaan seleksi yang dinilai tidak berjalan optimal akibat gangguan jaringan internet dan sistem ujian.
Keluhan paling banyak datang dari peserta di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT). Mereka mengaku mengalami kendala serius saat mengerjakan ujian berbasis komputer. Gangguan tersebut diduga menyebabkan sejumlah peserta tidak dapat menyelesaikan soal dengan baik hingga kehilangan kesempatan mengirim jawaban yang telah dikerjakan.
Salah satu orangtua peserta mengungkapkan, saat ujian Matematika berlangsung, anak-anak tidak membuka aplikasi lain dan hanya fokus mengerjakan soal. Namun ketika hendak berpindah ke soal berikutnya, layar justru menampilkan pesan kesalahan bahwa soal tidak tersedia.
“Anak-anak belum sempat mengirim jawaban yang sudah dikerjakan. Tiba-tiba sistem langsung berpindah ke mata pelajaran Bahasa Inggris,” ungkapnya.
Kondisi tersebut langsung dilaporkan kepada pengawas ujian. Setelah dilakukan pengecekan, pengawas membenarkan adanya gangguan sistem. Namun hingga waktu ujian berakhir, masalah itu tidak juga terselesaikan.
Menurut keterangan peserta, alasan bahwa waktu ujian telah habis tidak dapat diterima. Sebab pada saat yang sama, peserta lain yang tidak mengalami gangguan masih dapat melanjutkan pengerjaan soal Matematika hingga waktu yang ditentukan berakhir.
Pengawas diketahui telah menyampaikan laporan kepada panitia pelaksana. Namun para orang tua menilai tidak ada langkah konkret yang diambil untuk mengatasi persoalan tersebut, bahkan hingga seluruh rangkaian ujian hari kedua selesai dilaksanakan.
Kekecewaan semakin bertambah karena permintaan orang tua kepada Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar peserta yang terdampak diberikan kesempatan ujian ulang belum mendapatkan respons yang jelas.
Data yang dihimpun menyebutkan, di Kabupaten Kepulauan Tanimbar terdapat sekitar 21 peserta atau sepertiga dari total peserta ujian yang mengalami gangguan sistem saat mengikuti seleksi.
Para orang tua berharap pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap persoalan ini. Mereka meminta Gubernur Maluku segera mengambil langkah tegas dengan mengevaluasi proses seleksi serta memberikan solusi yang adil bagi peserta yang dirugikan akibat gangguan teknis di luar kendali mereka. Sebab besok, Rabu (3/6), akan dilakukan pengumuman hasil seleksi
“Anak-anak sudah berjuang dan mempersiapkan diri dengan baik. Jangan sampai masa depan mereka ditentukan oleh masalah sistem yang tidak mereka sebabkan,” ujar salah seorang orang tua peserta. (ji5)




