-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Ambon, JejakInfo.id — Riak di tubuh Perkumpulan Senior GMKI Cabang Ambon belum juga reda. Pertemuan raya yang digelar pada 21 Februari 2026 di Golden Palace Hotel Ambon justru memantik perpecahan baru di kalangan para senior.
Sejumlah senior yang berada di barisan kubu Adolf Seleky, SH.,MH., menyatakan penolakan terhadap hasil forum tersebut. Mereka menilai proses yang berjalan tidak mencerminkan semangat musyawarah mufakat dan jauh dari prinsip demokrasi yang selama ini dijunjung dalam tradisi organisasi GMKI.
Jembris Silawanne, salah satu Senior GMKI Cabang Ambon, mengungkapkan bahwa pertemuan raya yang seharusnya menjadi momentum konsolidasi justru meninggalkan polemik.
Ia menyoroti tidak adanya laporan pertanggungjawaban program maupun keuangan Pengurus Cabang Perkumpulan Senior (PCPS) periode 2021–2024 sebelum forum menetapkan kepengurusan baru.
“Bagaimana mungkin kita berbicara keberlanjutan organisasi kalau laporan pertanggungjawaban saja tidak pernah dipaparkan secara terbuka?” ujarnya dengan nada kecewa.
Tak hanya itu, proses penentuan formatur dan struktur kepengurusan dinilai tidak transparan. Ia menyebut mekanisme yang dipakai terkesan selektif dan hanya mengakomodasi kepentingan kelompok tertentu.
“Kami menyampaikan protes keras atas proses yang dijalankan dalam pertemuan raya tersebut,” tegasnya.
Kekecewaan itu berlanjut dalam pertemuan lanjutan yang digelar para senior pada 27 Februari 2026 di Ambon.
Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi untuk menyatukan sikap sekaligus merumuskan langkah selanjutnya. Kelompok ini berencana menyampaikan pernyataan resmi kepada PNPS GMKI, bahkan membuka kemungkinan membentuk wadah baru sebagai ruang berhimpun bagi senior GMKI yang merasa tidak terakomodasi.
Polemik kian memanas setelah Dodi Soselisa, mantan Korwil PP GMKI masa bakti 2016–2018, lebih dulu melayangkan protes keras.
Ia menyesalkan keputusan tim formatur yang kembali menunjuk Vicktor Palijama sebagai Sekretaris PCPS GMKI Ambon untuk periode 2026–2029.
Menurut Dodi, kepemimpinan sebelumnya pada periode 2021–2024 dinilai gagal menggerakkan roda organisasi. Karena itu, ia menyayangkan keputusan yang diambil tanpa evaluasi terbuka terhadap rekam jejak kepemimpinan sebelumnya.
“Ini proses yang subjektif dan tidak berdasar pada nilai. Saya memilih mengundurkan diri secara resmi dari struktur PCPS GMKI Ambon,” tegasnya.
Pertemuan awal konsolidasi sebelumnya juga sempat dilakukan di Zest Hotel Ambon. Forum tersebut menjadi titik temu bagi para senior yang mengaku terpanggil untuk menjaga marwah organisasi dan memastikan GMKI tetap berjalan sesuai nilai dasar perjuangannya.
Kini, bola panas ada di tangan para senior sendiri. Apakah perpecahan ini akan berujung rekonsiliasi atau justru melahirkan organisasi tandingan, waktu yang akan menjawab. Namun satu hal pasti, dinamika di tubuh Senior GMKI Ambon belum akan berakhir dalam waktu dekat. (ji5)



