-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



JejakInfo.id — Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyerukan pesan damai atas konflik antarwarga di kawasan Durian Patah, Desa Hunut, Baguala, Kota Ambon, Selasa (19/8).
HL yang adalah Upulatu Maluku mengimbau kepada seluruh masyarakat Maluku untuk menjaga situasi tetap amam kondusif.
Meski ditengah dukacita atas meninggalnya Kaka kandungnya, HL pun turut menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga korban sekaligus menyesalkan kejadian tersebut dapat terjadi di tengah upaya pemerintah membangun harmoni sosial dan semangat orang basudara.
"Saya turut berduka cita atas meninggalnya anak terkasih. Semoga keluarga menerima musibah yang dialami," ucap HL lewat Juru Bicara Pemerintah Provinsi Maluku, Kasrul Selang.
HL mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk menahan diri, tidak terprovokasi, serta memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada aparat keamanan dalam menangani kasus ini.
Ia juga mendorong peran aktif para Raja, Kades, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta seluruh komponen warga untuk membantu menciptakan suasana yang sejuk dan mencegah adanya aksi balas dendam maupun mobilisasi massa.
Selain itu, masyarakat dihimbau tidak mengunggah dan menyebarluaskan gambar maupun video yang berpotensi memperburuk keadaan.
"Gunakan media sosial secara arif dan bijaksana, serta hentikan penyebaran konten provokatif," pinta HL.
Sebagai bentuk komitmen dalam penegakkan hukum, Gubernur menginstruksikan aparat kepolisian agar segera menyelidiki, menangkap dan memroses pelaku penusukan dan pembakaramln rumah warga sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan. Semua pelaku harus diproses secara hukum supaya ada rasa keadilan bagi korban dan menjadi pembelajaran bagi kita bersama," tandasnya.
Mengakhiri imbauan, HL menyampaikan pesan perdamaian kepada seluruh warga Maluku.
"Mari katong samua jaga Maluku sebagai rumah bersama. Baku sayang lebih kuat daripada baku lawan. Baku gandeng, baku kele demi Maluku pung bae," pungkas HL.
Peristiwa Bentrok Pecah
Berawal dari aksi tawuran antarsiswa SMK di bilangan Durian Patah, Desa Hunut, Kecamatan Teluk Ambon satu pelajar tewas ditikam. Akibat penikaman pelajar asal Hitu, Maluku Tengah bentrokan pecah.
Informasi yang diterima media ini dari warga di TKP, aksi tawuran antarpelajar SMK Negeri 3 Waiheru terjadi sekira Pukul 12.00 WIT. Atas insiden "baku pukul" mengakibatkan satu orang pelajar asal Hitu, Afdal Pellu tewas ditikam di TKP.
Mendengar kejadian itu, warga Hitu turun ke lokasi dan membakar kantor dan fasilitas desa, termasuk belasan rumah warga.
Beberapa pemuda terlihat menenteng senjata tajam (parang dan tombak). Aksi perlawanan dari warga Hunut tak terhindari.
Kedua komunitas warga saling baku serang menggunakan batu dan senjata tajam. Beruntung, insiden itu tidak menelan korban jiwa.
Aparat gabungan TNI-Polri turun ke TKP dan menembak gas air mata guna membubarkan masa yang saling bertikai. Situasi keamanan mampu dikendalikan.
Beberapat peleton personil TNI-Polri ditempatkan di wilayah perbatasan Hunut dan sekitarnya, guna mengantisipasi pergerakan masa atau konflik susulan. (ji2)


