-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Sekilas Pengingat Musisi Glenn Fredly Deviano Latuihamallo dan Legacynya
JEJAKINFO.ID- Cerita tentang suatu masa. Kala itu, wabah pandemi sedang membungkus jagad raya ini. Semua dibatasi.
Kematian membayang dimana-mana. Maut mengintip dijalanan, di rumah sakit, warung kopi, rumah sembahyang, bahkan pada ruang privat sekalipun.
Dalam suasana yang dirundung haru, ada tiga pemuda bertemu secara diam-diam dan merencanakan suatu agenda gila. Pada sebuah pojok salah salah satu rumah kopi ternama di tengah kota Ambon Manise, rencana tak bertuan itu disiapkan. Ide-ide spontan diramu jadi satu.
Waktu berlalu dalam semangat menjahit asa bersama tiga pemuda itu (Idho Kwalomine, Amie Christ dan Hesky Lesnussa) terpadu dalam "Kapata dan Romansa".
Semua sepakat untuk "Merayakan Hidup dengan menebar cinta". 40 hari berlalu semua naskahpun terkumpul.
Sesumbar dari mereka bertanya, "Siapa yang mau tolong supaya naskah-naskah ini dapat mewujud sebagai buku?" Di ujung telepon, ada suara yang memastikan "Buku itu harus jadi".
Siapa sosok pemilik suara di telepon itu? Dialah, Dr. Michael Wattimena, SE.,MM. Pria berdarah Negeri Itawaka, Saparua, Maluku itu memastikan kepada Idho, Amie dan Hesky, bahwa sebagai bentuk legacy atas karya-karya seni yang digoreskan Glenn Fredly Deviano Latuihamallo semasa hidup harus ditulis untuk dikenang.
Cuitan BMW sapaan akrab Michael Wattimena di telepon menggerakan hati Idho, Amie dan Hesky untuk menghabiskan waktu, menyiapkan tulisannya. 400 exemplar pada satu bundel buku itu siap dalam kurun waktu kurang dari 40 hari.
Pada satu bangunan indah milik salah satu sahabat mereka di kawasan Latta - Ambon, buku itu di launching. Peluncurannya menggemparkan jagat raya.
"Ini adalah suatu karya yang pertama kali dibuat untuk seorang musisi ternama dari negeri seribu pulau. Ia (Glenn_red) pergi tetapi jejaknya tetap disini," tulis Pendeta Ridho Kwalomine di dinding facebooknya.
Siapa menyangka, jejak-jejak yang pernah ada kembali bercerita di hari ini. Tersadar, bahwa ada dua sosok penting dibalik peluncuran buku "Kapata dan Romansa".
"Salah satunya memiliki komitmen yang kuat untuk mendorong industri kreatif. Sosok itu bekerja dalam diam. Tak obral sana sini. Tak jualan obat kadaluarsa untuk keuntungan diri sendiri. Dalam karya ini, apresiasi setinggi-tingginya kepada sosok yang elegan itu," sebut Idho.
Siapa sosok itu? Amie menyebut, sosok itu adalah BMW. Kala itu, BMW sudah mengakhiri masa bahkti sebagai Anggota DPR RI dua periode berturut-turut. Selain BMW Amie menyebut, peluncuran buku ini juga turut di suport oleh Gubernur Maluku Irjen Pol (Purn) Drs. Murad Ismail.
MI sapaan akrab Murad Ismail pun diberi kesempatan untuk menyampaikan sambutan secara daring saat peluncuran buku Kapata dan Romansa.
"BMW full suport dalam peluncuran buku Kapata dan Romansa. Sementara MI memberikan sambutan disaat peluncuran. Kedua tokoh ini sangat berperan dalam penerbitan buku Kapata dan Romansa," ucap Amie kepada JejakInfo.id, Kamis (5/9/2024).
Ami bercerita, ketika mereka bertemu. Satu pikiran yang tersimpul, bagaimana menciptakan sebuah buku untuk mengenang musisi Maluku yang cemerlang dalam karier nan romantis, Glenn Fredly Latuihamalo.
Goresan tinta bukan saja dari ketiga penyunting itu, namun lanjut Amie, Presiden Jokowi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gus Durian (Orang-orang NU), juara Indonesia idol pertama Joy Tobing dan Regina Ivanova pun turut menggoreskan isi tinta di dalam buku itu.
"Dulu, ketika Bob Tutupoly, Brury Pesulima bahkan Jopi Latul tidak ada legacy yang dibuat untuk mengenang kepergiaan mereka. Buku ini, satu-satunya menceriterakan musisi Maluku Glenn Fredly ketika berpulang ke haribaan Ilahi," tutur Amie.
Kata Amie, kumpulan tulisan dalam buku ini diambil dari seluruh tokoh di Indonesia, baik politisi, artis, budayawan, seniman, akademisi, musisi, aktivis hingga kaum milenial yang fans berat sama Glenn Fredly.
"Beberapa waktu lalu, saat pemutaran film Glenn Fredly the movie di Ambon, saya diundang untuk nonton bareng oleh adiknya Glenn, Mozes Latuihamallo. Dia sungguh-sungguh berterima kasih atas ide-ide yang kami buat sehingga ada legacy yang ditinggalkan oleh Glenn Fredly lewat karya-karya seni semasa hidupnya," tutup Amie.
Siapa sangka, kedua tokoh itu dipertemukan di ajang kontestasi politik. Keduanya pun telah menyatukan tekad dan komitmen memajukan Maluku.
2M amat peduli terhadap pengembangan literasi di Maluku. Dalam hubungannya dengan Ambon sebagai kota musik dunia, maka "Kapata dan Romansa itu adalah satu-satunya literasi yang lahir dari Ambon.
Sebab belum ada literasi apapun tentang biduan dan biduanita maupun musisi Maluku sejak ambon didaulat jadi kota musik dunia oleh Unesco.
2M itulah akronim Murad-Michael, yang kini terpaut menjadi satu, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku.
Keduanya diusung koalisi PAN, Demokrat, PKS, PKB dan Golkar. Selain itu, pasangan ini didukung Partai UMMAT, PBB dan PKN. (REDAKSI)





