Foto: Ilustrasi AI

Susuri Kei Kecil, Bupati Thaher Bawa Semangat Merah Putih hingga Pelosok

12

Langgur, JejakInfo.id — Semangat kemerdekaan tak hanya akan berkumpul di pusat kota. Dari Langgur, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara membawa Merah Putih menyusuri jalan-jalan Pulau Kei Kecil, mendekatkan semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia hingga ke pelosok.

Touring kebangsaan yang digelar Sabtu (15/8/2026) itu bukan sekadar perjalanan menggunakan kendaraan roda dua. Di sepanjang rute, rombongan akan membagikan bendera Merah Putih, melakukan penghijauan, memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, sekaligus menyapa masyarakat.

Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, dijadwalkan turun langsung bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), aparatur sipil negara (ASN), BUMN, BUMD, pemangku kepentingan, serta berbagai elemen masyarakat.

Rombongan akan berangkat dari Gedung Serbaguna Larvul Ngabal. Perjalanan kemudian menyusuri sejumlah wilayah, mulai dari Masjid Raudha, RSUD Karel Sadsuitubun, Watdek, Landmark, Ohoi Kolser, Loon, Kelanit, kawasan wisata Pasir Panjang, Namar, Ngayub, Debut, Rumah Dian, Dian Darat, Tetoat, hingga wilayah Kecamatan Kei Kecil Barat, Kei Kecil Timur Selatan dan Kei Kecil Timur, sebelum kembali ke titik awal.

Mengenakan busana merah putih dan atribut kemerdekaan, rombongan akan menyapa warga yang ditemui sepanjang perjalanan.

Bagi Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, momentum kemerdekaan bukan hanya tentang upacara, lomba, maupun kemeriahan. Ada pesan kebersamaan yang ingin ditanamkan: Merah Putih harus hadir di tengah kehidupan masyarakat.

Salah satunya melalui pembagian bendera kepada warga. Pemerintah daerah mendorong agar bendera Merah Putih berkibar di berbagai wilayah Maluku Tenggara sebagai simbol kebanggaan, persatuan, dan kecintaan terhadap tanah air.

Thaher menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk kehilangan semangat merayakan kemerdekaan.

“Semangat persatuan, gotong royong, dan cinta tanah air diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga peringatan kemerdekaan juga memberikan dampak bagi pembangunan Maluku Tenggara,” ujar Thaher di Langgur, Jumat (14/8/2026).

Menurutnya, nasionalisme tidak berhenti pada seremoni. Nilai kemerdekaan justru harus terlihat dalam tindakan sehari-hari—menjaga kebersihan lingkungan, bergotong royong, menghormati jasa para pahlawan, menjaga kerukunan, serta ikut membangun desa dan daerah.

Karena itu, touring kebangsaan dirancang dengan kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Bendera dibagikan untuk menghidupkan suasana kemerdekaan hingga ke permukiman warga. Penghijauan menjadi pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan, sementara pemeriksaan kesehatan gratis dihadirkan agar momentum kemerdekaan juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Jangan melihat kemerdekaan hanya sebagai sebuah perayaan. Mari kita isi kemerdekaan dengan kerja nyata, kebersamaan, kepedulian dan semangat membangun daerah,” tegas Thaher.

Dari satu wilayah ke wilayah lainnya, rombongan akan membawa satu pesan yang sama: kemerdekaan bukan milik mereka yang berada di pusat pemerintahan saja.

Kemerdekaan adalah milik seluruh rakyat. Dan dari Pulau Kei Kecil, pesan itu ingin dikibarkan bersama Merah Putih: menjangkau desa-desa, menyapa warga, sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia. (ji4)