-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Ambon, JejakInfo.id — Memasuki usia ke-65 tahun, PT Bank Pembangunan Daerah Maluku dan Maluku Utara (Bank Maluku Malut) menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran sebagai penggerak perekonomian daerah, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperluas kontribusi nyata bagi masyarakat.
Direktur Utama Bank Maluku Malut, Syahrisal Imbar, mengatakan perjalanan panjang bank kebanggaan daerah tersebut tidak terlepas dari gagasan dan kerja keras para pendiri yang telah meletakkan fondasi sejak 25 Oktober 1961.
Menurutnya, keberadaan Bank Maluku Malut sejak awal diarahkan untuk mendukung kemajuan daerah melalui fungsi intermediasi perbankan, yakni menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya kembali untuk mendorong aktivitas ekonomi.
“Bank Maluku Malut bisa sampai pada usia sekarang karena ada orang-orang yang telah bekerja jauh sebelumnya. Kita tidak boleh melupakan para pendiri atau founding fathers yang memiliki gagasan besar untuk menghadirkan bank ini,” kata Syahrisal dalam perayaan HUT ke-65 yang berlangaung di Aula Lantai 4 Kantor Pusat Bank Maluku Malut, Jalan Pattimura, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.
Ia menyebut peran pemerintah daerah, kalangan akademisi, serta para tokoh yang terlibat pada masa awal pendirian menjadi bagian penting dari sejarah perjalanan perusahaan. Pada masa itu, Maluku dipimpin Gubernur Muhammad Padang, sementara posisi direktur utama dijabat de Queljoe.
Syahrisal menegaskan, jasa para pendiri harus terus diapresiasi karena bank daerah yang dibangun puluhan tahun lalu kini menjadi salah satu instrumen penting untuk mendukung pembangunan dan perekonomian di Maluku serta Maluku Utara.
Mengusung tema “Sinergi Basudara, Bakti untuk Negeri”, perayaan HUT ke-65 Bank Maluku Malut tahun ini diarahkan untuk memperkuat semangat persaudaraan, kebersamaan, dan kepedulian sosial.
Syahrisal menjelaskan, istilah basudara mencerminkan nilai persaudaraan yang hidup dalam masyarakat Maluku. Nilai tersebut menjadi landasan bagi perusahaan untuk terus membangun kerja sama dengan pemerintah daerah, pemegang saham, pelaku usaha, media, dan masyarakat.
Menurutnya, perayaan ulang tahun perusahaan tidak harus ditampilkan melalui kemewahan. Justru, di tengah berbagai tantangan ekonomi, kekeringan, kenaikan harga kebutuhan pokok, serta penyesuaian keuangan negara, momentum HUT harus dimanfaatkan untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Melalui tema ini, kami ingin menegaskan bahwa kontribusi nyata untuk negeri dapat diwujudkan melalui kerja sama dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
Berbagai kegiatan sosial pun digelar selama beberapa minggu menjelang puncak perayaan. Kegiatan tersebut meliputi penyediaan gerai UMKM, penyaluran 250 paket sembako, serta distribusi air bersih di 150 titik lokasi.
Rangkaian kegiatan itu tidak hanya berlangsung di kantor pusat, tetapi juga melibatkan kantor-kantor cabang Bank Maluku Malut. Perusahaan ingin memastikan bahwa perayaan HUT tidak berhenti sebagai seremoni internal, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat di wilayah pelayanan bank.
Perhatian terhadap budaya daerah turut menjadi bagian dari perayaan. Penggunaan musik tradisional diharapkan dapat memperkenalkan sekaligus menjaga kekayaan budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Di sektor ekonomi kerakyatan, Bank Maluku Malut memberikan perhatian khusus kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Salah satu langkah yang disampaikan Syahrisal dalam rangka HUT ke-65 adalah penurunan suku bunga kredit sebesar 2–3 persen. Kebijakan tersebut diharapkan dapat meringankan beban pembiayaan sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya.
Menurut Syahrisal, UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Karena itu, dukungan perbankan tidak cukup hanya melalui penyaluran kredit, tetapi juga perlu disertai pelayanan yang baik dan pemahaman terhadap kebutuhan pelaku usaha.
Ia menekankan pentingnya perubahan pola pemasaran dan pelayanan atau marketing and service transformation. Bank harus semakin peka terhadap kebutuhan nasabah agar masyarakat merasa nyaman dan percaya untuk menggunakan layanan yang tersedia.
“Solid dulu, baru kita bisa melangkah jauh. Kita harus membangun kebersamaan, memperbaiki cara melayani, serta meningkatkan kepekaan terhadap kebutuhan nasabah,” menjadi penekanan Syahrisal mengenai arah perubahan perusahaan.
Ia menilai hubungan antara bank dan nasabah tidak semata-mata dibangun atas pertimbangan rasional, seperti produk dan biaya, tetapi juga melalui kepercayaan serta kedekatan emosional.
Karena itu, peningkatan jumlah rekening, penguatan hubungan dengan nasabah yang sudah ada, serta perluasan penggunaan produk dan transaksi perbankan menjadi bagian dari upaya memperkuat bisnis perusahaan.
Perkuat Tata Kelola dan Sistem Antikecurangan
Di balik berbagai program sosial dan pengembangan bisnis, Syahrisal juga menyoroti pentingnya pembenahan tata kelola perusahaan.
Menurutnya, pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan penguatan pengawasan internal, sistem deteksi kecurangan atau fraud detection system, serta ketahanan terhadap ancaman serangan siber.
Ia menegaskan bahwa efisiensi dan kedisiplinan dalam pengelolaan perusahaan harus terus ditingkatkan. Pola hidup yang tidak sesuai dengan prinsip kehati-hatian juga perlu dikendalikan agar tidak membuka celah bagi penyimpangan.
Syahrisal turut mengingatkan risiko praktik perjudian daring atau judi online yang, menurut pengamatannya, menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan kasus kecurangan di sektor perbankan.
Karena itu, ia mendorong penguatan integritas dan pengawasan agar seluruh insan perusahaan bekerja sesuai ketentuan serta menjaga kepercayaan masyarakat.
Bagi Syahrisal, usia ke-65 harus menjadi momentum untuk memperkuat fondasi perusahaan, bukan sekadar merayakan perjalanan masa lalu. Bank Maluku Malut perlu terus berbenah agar mampu menghadapi persaingan industri perbankan yang semakin dinamis.
Dari sisi kinerja keuangan, Syahrisal menyampaikan bahwa Bank Maluku Malut bersyukur karena laba perusahaan terus menunjukkan peningkatan secara tahunan atau year-on-year.
Dengan kinerja sepanjang 2026 yang diharapkan tetap terjaga, ia berharap pembagian dividen kepada seluruh pemegang saham dapat meningkat pada 2027.
Ia menegaskan bahwa perkembangan Bank Maluku Malut tidak terlepas dari dukungan 23 pemegang saham yang selama ini berkontribusi terhadap perjalanan perusahaan.
Setoran modal dari pemegang saham menjadi salah satu fondasi pengembangan usaha, termasuk kerjasama dengan Bank DKI Jakarta. Sebaliknya, bank juga berupaya memberikan manfaat kembali melalui dividen dan kontribusi terhadap perekonomian daerah.
“Kami berterima kasih atas peran positif dan kontribusi para pemegang saham sejak awal berdiri sampai saat ini,” ujarnya.
Syahrisal berharap hubungan yang telah terbangun antara perusahaan dan para pemegang saham dapat terus diperkuat, sehingga Bank Maluku Malut semakin mampu menjalankan perannya sebagai mitra pembangunan daerah.
Komitmen Bank Maluku Malut dalam mendukung pemerintah daerah juga diarahkan pada pengembangan layanan digital dan penguatan pengelolaan keuangan daerah.
Syahrisal mengatakan, pihaknya terbuka untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah yang membutuhkan dukungan pembiayaan, termasuk melalui fasilitas pinjaman daerah sesuai ketentuan yang berlaku dan kebutuhan masing-masing pemerintah daerah.
Selain itu, Bank Maluku Malut siap mendukung optimalisasi penerimaan pajak dan retribusi daerah melalui penyediaan perangkat pembayaran digital, seperti mesin Electronic Data Capture (EDC), M-Pos, maupun perangkat lain sesuai kebutuhan.
Dukungan tersebut diharapkan dapat mempermudah transaksi masyarakat, meningkatkan efektivitas pemungutan pajak dan retribusi, serta memperkuat transparansi pengelolaan keuangan daerah.
Menurut Syahrisal, transformasi digital menjadi salah satu kebutuhan penting agar pelayanan publik dan aktivitas ekonomi daerah dapat berlangsung lebih efektif, cepat, dan akuntabel.
Bank Maluku Malut, lanjutnya, akan terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mencari solusi pembiayaan dan sistem transaksi yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan.
Media Menjadi Mitra Strategis
Dalam kesempatan itu, Syahrisal juga menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis Bank Maluku Malut.
Ia menilai media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, baik terkait perkembangan perusahaan, aksi korporasi, maupun berbagai program dan inovasi layanan perbankan.
Melalui pemberitaan yang informatif, masyarakat diharapkan dapat mengenal lebih dekat peran dan kontribusi Bank Maluku Malut di tengah kehidupan ekonomi daerah.
Syahrisal juga mengapresiasi ucapan selamat yang disampaikan Gubernur Maluku, Gubernur Maluku Utara, serta sejumlah kepala daerah dan berbagai pihak lainnya dalam rangka HUT ke-65.
Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan Bank Maluku Malut semakin dikenal luas, termasuk di tingkat nasional.
Ia berharap momentum ulang tahun ini dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus mendorong perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperluas manfaat bagi masyarakat.
“Harapan kami, Bank Maluku Malut terus memberikan kontribusi bagi kemajuan Maluku, Maluku Utara, dan wilayah lain yang menjadi bagian dari jangkauan pelayanan kami,” katanya.
Menutup pernyataannya, Syahrisal kembali mengingatkan pentingnya menjaga semangat kebersamaan yang diwariskan para pendiri.
Baginya, perjalanan 65 tahun Bank Maluku Malut bukan hanya tentang usia perusahaan, melainkan juga tentang tanggung jawab untuk meneruskan cita-cita membangun daerah melalui pelayanan perbankan yang semakin baik.
Dengan semangat “Sinergi Basudara, Bakti untuk Negeri”, Bank Maluku Malut diharapkan terus tumbuh sebagai bank daerah yang tidak hanya mengejar kinerja bisnis, tetapi juga hadir menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan daerah. (ji1)
