Tak cukup investasi besar, Waketum DPP AMPI Steven Izaac Risakotta minta Blok Abadi Masela berdampak nyata bagi Maluku. (Ist)

Tak Cukup Investasi Besar, Steven Risakotta Minta Blok Masela Berdampak Nyata bagi Maluku

18

Ambon, JejakInfo.id – Dimulainya pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Gas Abadi Blok Masela melalui seremoni groundbreaking yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, dan dihadiri langsung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di lokasi proyek Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar bersama Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa serta undangan lainnya dinilai sebagai momentum bersejarah bagi masa depan Maluku.

Wakil Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Steven Izaac Risakotta, menegaskan proyek raksasa tersebut harus menjadi titik awal kebangkitan ekonomi daerah sekaligus membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku.

Menurut Steven, keberhasilan Blok Masela tidak boleh hanya diukur dari besarnya investasi yang digelontorkan atau volume produksi gas yang dihasilkan. Lebih dari itu, manfaat proyek harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang hidup di daerah penghasil.

"Keberhasilan Blok Masela tidak cukup diukur dari besarnya nilai investasi atau produksi gas yang dihasilkan. Ukuran keberhasilan sesungguhnya adalah ketika masyarakat Maluku benar-benar merasakan dampaknya melalui lapangan kerja, peningkatan ekonomi, dan kualitas hidup yang lebih baik," ujarnya.

Ketua Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) itu mengapresiasi komitmen pemerintah yang terus mempercepat pembangunan Blok Masela sebagai salah satu proyek strategis nasional. Ia meyakini proyek tersebut memiliki potensi besar menjadi motor penggerak ekonomi kawasan timur Indonesia apabila dikelola dengan prinsip pemerataan manfaat dan keberlanjutan.

Steven menekankan bahwa masyarakat lokal harus ditempatkan sebagai prioritas dalam setiap tahapan pengembangan proyek. Kesempatan kerja bagi putra-putri daerah, pemberdayaan pelaku UMKM, keterlibatan pengusaha lokal, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi bagian utama dari investasi yang masuk ke Maluku.

"Jangan sampai kekayaan alam Maluku hanya menghasilkan keuntungan ekonomi, tetapi masyarakat di sekitarnya tidak ikut bertumbuh. Nilai tambah harus dirasakan langsung oleh rakyat," tegasnya.

Politisi sekaligus advokat yang berkiprah di tingkat nasional itu juga mengingatkan agar pembangunan industri migas berjalan seiring dengan penguatan infrastruktur pendukung, peningkatan layanan pendidikan, kesehatan, serta fasilitas publik di wilayah sekitar proyek. Dengan demikian, manfaat Blok Masela tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi mampu menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.

Menurutnya, keberadaan Blok Masela juga menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang mampu mengelola sumber daya energi secara mandiri, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Blok Masela adalah aset strategis bangsa. Karena itu, pengelolaannya harus mengedepankan kepentingan nasional sekaligus menghadirkan keadilan bagi masyarakat Maluku sebagai daerah penghasil," katanya.

Steven berharap seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, investor, hingga masyarakat, terus membangun sinergi dalam mengawal pengembangan Blok Masela agar berjalan sesuai rencana dan menghadirkan manfaat nyata bagi generasi sekarang maupun mendatang.

"Blok Masela harus menjadi simbol keberhasilan pembangunan yang tidak hanya membanggakan Indonesia, tetapi juga menjadi berkah nyata bagi rakyat Maluku. Itulah esensi sesungguhnya dari sebuah Proyek Strategis Nasional," pungkasnya. (ji1)