-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Ambon, JejakInfo.id – Hamparan pesisir Teluk Baguala, Kota Ambon, kembali dihijaukan. Ribuan bibit mangrove ditanam secara gotong royong oleh DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku bersama DPC PDI Perjuangan Kota Ambon, PAC PDI Perjuangan Kecamatan Baguala dan Teluk Ambon, serta masyarakat setempat.
Sebanyak 1.000 bibit mangrove ditanam di tiga titik kawasan pesisir, yakni Kelurahan Lateri, Desa Waiheru, dan Desa Hunut-Durian Patah, Selasa (7/7), pagi. Aksi penghijauan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno, sekaligus bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir di Kota Ambon.
Suasana kebersamaan begitu terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Para kader partai banteng kekar moncong putih bersama warga turun langsung ke pesisir, menanam bibit mangrove satu per satu di kawasan yang selama ini menjadi benteng alami bagi garis pantai. Kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi simbol ajakan untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga alam bagi generasi mendatang.
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, ST., SH., mengatakan penanaman mangrove merupakan implementasi nyata dari konsep Politik Hijau yang diusung PDI Perjuangan.
Menurutnya, Politik Hijau merupakan bentuk kecintaan terhadap tanah air yang diwujudkan melalui aksi nyata dalam merawat bumi, menjaga kelestarian lingkungan, serta memuliakan alam Indonesia sebagai warisan yang harus terus dijaga.
"Kegiatan ini merupakan refleksi dari Politik Hijau PDI Perjuangan sebagai ekspresi cinta tanah air, merawat pertiwi, dan memuliakan persada Indonesia," ujarnya.
Benhur menjelaskan, ekosistem mangrove memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat pesisir. Selain menjadi pelindung alami dari ancaman abrasi akibat gelombang laut, mangrove juga berfungsi sebagai habitat berbagai jenis biota laut yang menopang keseimbangan ekosistem.
Karena itu, kata dia, upaya pelestarian kawasan mangrove tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
"Kegiatan ini dilakukan untuk melindungi sekaligus melestarikan biota laut serta mengurangi abrasi yang terjadi, baik karena faktor alam maupun akibat aktivitas manusia sendiri," jelasnya.
Ia menambahkan, melalui gerakan Politik Hijau, PDI Perjuangan ingin membangun kesadaran masyarakat agar semakin peduli terhadap lingkungan hidup, baik di kawasan daratan maupun wilayah pesisir dan laut.
Menurut Benhur, menjaga lingkungan bukan hanya berbicara tentang hari ini, tetapi juga tentang memastikan generasi yang akan datang tetap dapat menikmati sumber daya alam yang lestari.
Melalui aksi penanaman mangrove tersebut, PDI Perjuangan berharap semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan terus tumbuh di tengah masyarakat.
Sebab, keberhasilan menjaga ekosistem pesisir tidak hanya ditentukan oleh banyaknya pohon yang ditanam, tetapi juga oleh komitmen bersama untuk merawat dan melestarikannya dalam jangka panjang.
Aksi penghijauan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana, namun memberikan manfaat besar bagi keberlangsungan ekosistem, kehidupan masyarakat pesisir, dan masa depan Maluku yang lebih hijau. (ji1)


