-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Ambon, JejakInfo.id — Aksi tawuran antarpelajar kembali mencoreng dunia pendidikan di Kota Ambon. Senin (11/5), sekira pukul 14.00 WIT, bentrokan melibatkan siswa SMA Negeri 2 Ambon dan SMA PGRI 1 Ambon pecah di ruas Jalan Benteng Kapaha, membentang dari kawasan Swiss-Belhotel hingga sekitar Bank Pembangunan Daerah Maluku dan Maluku Utara.
Suasana mendadak mencekam ketika puluhan pelajar terlibat aksi saling kejar di tengah jalan. Bentrokan fisik tak terhindarkan. Warga yang berada di lokasi tampak panik dan berupaya menyelamatkan diri, sementara arus lalu lintas sempat terganggu akibat keributan tersebut.
Petugas dari Direktorat Lalu Lintas Polda Maluku bersama aparat intelijen turun tangan untuk membubarkan massa pelajar. Sejumlah warga juga ikut membantu melerai. Namun, banyaknya siswa yang terlibat membuat situasi sulit dikendalikan dalam waktu singkat.
Ketegangan sempat mereda, tetapi bentrokan kembali pecah beberapa saat kemudian. Para pelajar akhirnya perlahan membubarkan diri setelah mendapat desakan dari aparat dan masyarakat sekitar.
Ironisnya, di titik rawan seperti kawasan Jalan Pattimura tidak terlihat adanya penjagaan aparat keamanan, padahal lokasi tersebut kerap menjadi arena bentrok antarpelajar saat jam pulang sekolah.
Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat pada sederet tawuran pelajar yang pernah terjadi di Ambon, termasuk di kawasan Hunut, Durian Patah, Kecamatan Baguala yang memakan korban jiwa. Meski pihak sekolah sebelumnya pernah dipanggil dan dimintai pertanggungjawaban oleh Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, aksi serupa terus berulang tanpa penyelesaian yang jelas.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, Loce Singerin, belum memberikan tanggapan terkait insiden tersebut. Pesan konfirmasi yang dikirim melalui WhatsApp juga tidak mendapat balasan.
Sikap diam dari pihak berwenang dinilai semakin memperlihatkan lemahnya pengawasan dan pembinaan terhadap pelajar. Padahal, sebelumnya sempat muncul peringatan tegas bahwa kepala sekolah dapat dicopot apabila siswa di sekolahnya terlibat tawuran.
Minimnya pembinaan dan pengawasan disebut menjadi salah satu penyebab aksi kekerasan antarpelajar terus berulang di Kota Ambon. Sebelumnya, bentrokan serupa juga pernah terjadi di kawasan Jalan Yan Paays, Kecamatan Sirimau. (ji2)


