Kampanye kreatif rekrutmen TNI AD bersama Forkopimda Kabupaten Maluku Tenggara, Kamis (5/11). (Ist)

Thaher Hanubun Perintahkan Sosialisasi Rekrutmen TNI AD Tembus 192 Ohoi

19

Langgur, JejakInfo.id – Letak geografis dan keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi generasi muda Maluku Tenggara untuk menggapai cita-cita menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).

Pesan tegas itu disampaikan Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, saat menghadiri Kampanye Kreatif Penerimaan Prajurit TNI di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Kamis (5/11/2026).

Hanubun menginginkan kesempatan menjadi prajurit TNI AD dapat dirasakan seluruh anak muda, termasuk mereka yang tinggal di ohoi terpencil dan pulau-pulau terluar. Jangan sampai anak-anak Maluku Tenggara kehilangan peluang hanya karena tidak mendapatkan informasi mengenai penerimaan prajurit.

"Kita ingin anak-anak dari ohoi yang jauh sekalipun memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi. Jangan sampai mereka kehilangan peluang hanya karena keterbatasan informasi, jarak, maupun kondisi ekonomi keluarga," tegas Hanubun.

Untuk mewujudkan pemerataan kesempatan tersebut, Hanubun meminta seluruh jajaran pemerintah daerah tidak sekadar menunggu masyarakat mencari informasi, tetapi harus aktif mendatangi warga hingga ke pelosok.

Ia bahkan menginstruksikan sosialisasi dilakukan dari rumah ke rumah agar informasi penerimaan prajurit benar-benar menjangkau generasi muda yang selama ini mungkin belum tersentuh informasi.

"Turun ke ohoi-ohoi, lakukan sosialisasi dari pintu ke pintu (rumah ke rumah). Jangan menunggu anak-anak datang, tetapi kita yang harus jemput bola," ujarnya.

Bagi Hanubun, persoalan ini bukan sekadar menyebarkan pengumuman penerimaan TNI. Lebih dari itu, pemerintah daerah harus memastikan anak-anak dari seluruh wilayah Maluku Tenggara mendapatkan akses informasi dan kesempatan yang setara untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.

Karena itu, ia meminta empat unsur penting bergerak bersama. Pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) diminta membantu penyebaran informasi, pelayanan dokumen kependudukan, serta dukungan pendidikan dan kesehatan sesuai kewenangan masing-masing.

Para camat dan kepala dari 192 ohoi juga diminta menjadi ujung tombak penyampaian informasi. Mereka harus mengidentifikasi pemuda yang berminat menjadi prajurit serta mengarahkan calon peserta kepada narahubung resmi TNI AD.

Tidak hanya itu, 21 kepala puskesmas di Maluku Tenggara diminta ikut mempersiapkan generasi muda melalui edukasi gizi, pola hidup sehat, kebugaran jasmani, serta pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu, para Bintara Pembina Desa (Babinsa) diharapkan aktif memberikan pendampingan, motivasi, dan informasi yang benar mengenai prosedur penerimaan prajurit.

Namun, Hanubun memberikan penegasan penting. Pemerintah daerah hanya membantu membuka akses dan mempersiapkan calon peserta. Urusan kelulusan sepenuhnya menjadi kewenangan panitia seleksi resmi TNI AD.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur janji pihak-pihak tertentu yang mengaku bisa meluluskan calon prajurit dengan imbalan uang.

"Rekrutmen ini gratis, jangan percaya calo. Kita membantu menyiapkan dan membuka akses, tetapi kelulusan sepenuhnya ditentukan melalui seleksi resmi TNI AD. Jangan ada yang menjanjikan kelulusan atau meminta imbalan dengan mengatasnamakan bantuan," tandasnya.

Hanubun juga mengingatkan para pemuda agar tidak hanya bermodal keinginan. Cita-cita menjadi prajurit harus dibarengi kedisiplinan, ketekunan belajar, latihan fisik secara terukur, menjaga kesehatan, serta membangun integritas dan tanggung jawab.

Bagi mereka yang belum berhasil dalam seleksi, ia berpesan agar tidak langsung menyerah. Kegagalan harus menjadi pengalaman untuk memperbaiki kekurangan dan mempersiapkan diri menghadapi kesempatan berikutnya.

Sementara itu, Kampanye Kreatif Penerimaan Prajurit TNI AD di wilayah kerja Kodim 1503/Tual memiliki target 6.185 calon peserta.

Jumlah tersebut terdiri atas 1.730 calon Bintara Prajurit Karier (CABA PK) Gelombang I Tahun 2027 dan 4.455 calon Tamtama Prajurit Karier (CATA PK) Gelombang I Tahun 2027.

Melalui kampanye ini, Pemkab Maluku Tenggara bersama jajaran TNI berharap semakin banyak generasi muda mendapatkan informasi dan pendampingan untuk mengikuti tahapan seleksi secara resmi.

Hanubun menegaskan, kesempatan mengabdi kepada negara harus terbuka bagi seluruh anak Maluku Tenggara, tanpa membedakan tempat tinggal maupun latar belakang ekonomi.

"Dari ohoi kita membangun kesiapan, dari Maluku Tenggara kita menguatkan pengabdian untuk Indonesia," tutupnya. (ji4)

1 Menyukai postingan ini