-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Ambon, JejakInfo.id – Kontestasi politik menuju Pemilihan Gubernur Maluku 2029 memang masih beberapa tahun lagi. Namun, aroma persaingan sudah mulai terasa kuat. Peta pertarungan perlahan terbentuk, dan publik kini mulai melihat siapa saja figur yang berpotensi bertarung memperebutkan kursi orang nomor satu di Bumi Raja-Raja.
Sejauh ini, tiga nama besar mulai mengemuka. Mereka adalah Hendrik Lewerissa (HL), Abdullah Vanath (AV), dan Benhur George Watubun (BGW). Menariknya, ketiganya bukan hanya tokoh politik berpengaruh, tetapi juga pemegang kendali partai-partai besar di Maluku.
Kondisi ini membuat Pilgub 2029 diprediksi menjadi salah satu pertarungan politik paling sengit dalam beberapa tahun terakhir. Bukan sekadar adu popularitas, tetapi juga pertarungan strategi, kekuatan mesin partai, serta kemampuan membaca arah dukungan rakyat.
Hendrik Lewerissa menjadi figur pertama yang hampir pasti kembali maju. Ketua DPD Partai Gerindra Maluku yang kini menjabat Gubernur Maluku itu diyakini akan kembali bertarung untuk mempertahankan pengaruh politiknya.
Sebagai petahana, HL tentu memiliki modal besar. Posisi sebagai gubernur aktif menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun konsolidasi politik sekaligus menjaga basis dukungan yang telah terbentuk.
Di sisi lain, Abdullah Vanath juga tetap menjadi sosok yang tak bisa dipandang sebelah mata. Wakil Gubernur Maluku yang kini menjabat Ketua DPW Partai NasDem Maluku itu masih memiliki basis politik yang kuat dan jaringan yang luas.
Perjalanan politik AV sendiri terbilang penuh dinamika. Pada Pilgub 2024, namanya sempat santer dikaitkan dengan Partai Golkar. Bahkan, ia pernah bertemu dengan tokoh nasional Golkar, Aziz Samual, dan menerima jaket serta kartu tanda anggota partai berlambang pohon beringin tersebut.
Momentum itu sempat dibaca sebagai sinyal kuat dukungan Golkar kepada AV. Namun, dinamika politik berkata lain. Di detik-detik akhir, Golkar justru menjatuhkan pilihan kepada Murad Ismail dan Michael Wattimena.
Kini, satu nama lain muncul dan mulai mengubah peta persaingan: Benhur George Watubun.
Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku itu secara terbuka mendeklarasikan kesiapan untuk maju sebagai calon gubernur. Pernyataan itu disampaikan BGW saat menghadiri Musyawarah Anak Cabang (Musancab) IV PDI Perjuangan Kecamatan Tanimbar Utara di Keliobar, kampung halaman ibunya, Jumat (19/6).
Dengan nada penuh keyakinan, BGW menegaskan bahwa dirinya siap bertarung pada Pilgub 2029.
“Sebagai Ketua DPRD Provinsi Maluku, posisi ini setara secara politik. Namun dari sisi kewenangan, ada banyak hal yang tidak bisa diwujudkan. Karena itu, saya siap bertarung pada 2029 nanti,” tegas BGW.
Pernyataan tersebut bukan sekadar ungkapan biasa. Itu adalah sinyal politik yang kuat bahwa PDI Perjuangan mulai menyiapkan langkah serius untuk merebut kursi gubernur.
BGW mengaku ada makna tersendiri ketika pernyataan politik itu ia sampaikan dari tanah kelahiran sang ibu. Baginya, itu bukan sekadar tempat, tetapi juga simbol restu leluhur dan awal dari perjalanan politik yang lebih besar.
Ia meyakini langkah tersebut akan mendapat dukungan masyarakat Maluku, restu para leluhur, dan tentu saja izin dari Tuhan.
Meski demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Jika mandat partai diberikan, maka jalan BGW menuju Pilgub akan semakin terbuka lebar.
Sikap politik BGW juga mengirim pesan kuat bahwa PDI Perjuangan tampaknya mulai fokus pada kader internal untuk pertarungan mendatang, sekaligus mempersempit ruang bagi figur eksternal.
Dengan mulai mengerucutnya tiga nama besar ini, Pilgub Maluku 2029 dipastikan akan berlangsung panas. Tiga tokoh, tiga kekuatan partai besar, dan tiga basis massa yang kuat akan saling berhadapan dalam pertarungan politik yang penuh dinamika.
Kini publik Maluku hanya tinggal menunggu satu hal: siapa yang paling siap membaca arah zaman dan merebut hati rakyat. (ji1)


