Sekda Kepulauan Aru, Jacob Ubyaan menyampaikan sambutan saat membuka pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/MI berskala nasional se-Kabupaten Kepulauan Aru Tahun 2026 di SD Negeri 6 Dobo, Senin (20/4). (Foto: Diskominfo Aru)

TKA Bukan Sekadar Nilai, Tapi Ujian Integritas Generasi Muda Aru

10

Dobo, JejakInfo.id — Suasana berbeda terasa di SD Negeri 6 Dobo, Senin (20/4). Bukan sekadar hari pembukaan ujian biasa, tetapi momentum penting yang menandai arah baru pendidikan dasar di Kabupaten Kepulauan Aru.

Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 resmi dimulai, membawa pesan yang jauh melampaui angka-angka di atas kertas.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Aru, Jacob Ubyaan, dalam sambutannya menegaskan bahwa TKA tidak boleh dipersempit sebagai ajang mengejar nilai tertinggi.

Di hadapan para siswa, guru, dan orang tua, ia menekankan bahwa esensi ujian ini justru terletak pada kualitas dan integritas.

“TKA ini bukan soal siapa paling pintar. Ini adalah cara kita melihat wajah pendidikan kita sendiri, sejauh mana kurikulum berjalan, dan bagaimana kualitasnya di lapangan,” ujarnya dengan nada tegas.

Bagi pemerintah daerah, TKA menjadi semacam cermin besar yang memantulkan kondisi riil pendidikan dasar. Dari hasil ujian inilah nantinya arah kebijakan akan disusun bukan berdasarkan asumsi, melainkan data yang nyata dan terukur. Tujuannya jelas: memastikan setiap anak di Kepulauan Aru mendapatkan pendidikan yang layak dan merata.

Namun, lebih dari itu, Ubyaan menyoroti satu hal yang kerap luput dari perhatian: kejujuran. Ia mengingatkan para peserta didik bahwa nilai tinggi tidak akan berarti tanpa integritas.

“Prestasi itu penting, tapi kejujuran jauh lebih utama. Kerjakan soal dengan percaya diri, teliti, dan penuh tanggung jawab,” pesannya, seolah ingin menanamkan nilai itu kuat-kuat dalam benak para siswa.

Pelaksanaan TKA juga membawa misi lain, membangun budaya kompetisi yang sehat sejak dini. Anak-anak tidak hanya diuji kemampuannya, tetapi juga dilatih untuk bersaing secara jujur. Sementara bagi para guru, hasil TKA menjadi bahan refleksi untuk terus berinovasi dalam metode pembelajaran.

Selama sepuluh hari ke depan, mulai 20 hingga 30 April 2026, ribuan siswa SD/MI di Kepulauan Aru akan mengikuti TKA serentak bersama seluruh wilayah Indonesia. Di balik lembar soal yang mereka hadapi, tersimpan harapan besar: lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat.

Di Aru, TKA tahun ini bukan sekadar ujian. Ia adalah pernyataan sikap bahwa pendidikan sejati tidak hanya diukur dari angka, melainkan dari nilai-nilai yang membentuk manusia. (ji3)