Ulwan Talaohu Pasang Target, Jalan Pesisir Timur Yamdena Harus Tuntas Dukung PSN Masela

11

Ambon, JejakInfo.id – Komitmen memperkuat konektivitas di Kabupaten Kepulauan Tanimbar kembali ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku, Muhammad Ulwan Talaohu.

Sebagai putra daerah, ia menyatakan siap memperjuangkan penyelesaian pembangunan ruas jalan di pesisir timur Pulau Yamdena yang selama ini masih menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah.

Bagi Ulwan, pembangunan jalan di kawasan tersebut bukan sekadar menghadirkan akses transportasi yang lebih baik bagi masyarakat. Lebih dari itu, keberadaan jalan yang terhubung hingga wilayah pesisir timur akan menjadi penopang penting bagi Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela, sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Yamdena.

Menurutnya, jaringan jalan yang memadai akan memperlancar mobilitas masyarakat, memperkuat distribusi logistik, serta mempercepat konektivitas antarkawasan yang selama ini masih terhambat.

Ulwan mengungkapkan, pembangunan jalan di Pulau Yamdena sebenarnya telah menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan. Jalur pesisir bagian barat atau lingkar barat telah lebih dahulu dibangun, mulai dari Saumlaki, Arui Bab, Arui Das, Arma hingga Siwahan.

Namun, kata dia, masih ada pekerjaan besar yang harus diperjuangkan, yakni membuka dan menyelesaikan akses jalan di pesisir bagian timur Pulau Yamdena.

"Saya delapan tahun bertugas di wilayah Tenggara Raya, jadi saya sudah paham betul wilayah mana yang sudah memiliki akses jalan dan mana yang masih membutuhkan perhatian," ujar Ulwan yang akrab disapa Wawan.

Pengalaman panjang bertugas di kawasan Maluku Tenggara dan Kepulauan Tanimbar, menurutnya, menjadi bekal penting dalam memahami kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Karena itu, ia berkomitmen agar pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut tidak berhenti di tengah jalan.

Sebagai putra daerah, Ulwan menilai dirinya memiliki tanggung jawab moral untuk ikut memperjuangkan pemerataan pembangunan di Maluku, khususnya di kawasan yang masih membutuhkan akses dasar seperti jalan.

Meski demikian, ia mengakui perjuangan tersebut tidak bisa dilakukan BPJN sendiri. Dibutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat agar pembangunan dapat berjalan sesuai harapan.

Menurutnya, tantangan terbesar berada pada status ruas jalan yang berbeda-beda. Sebagian masih menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, sebagian berada di bawah pemerintah provinsi, sementara ruas lainnya merupakan jalan nasional.

"Nah, untuk itu butuh kolaborasi bersama. Kenapa? Kalau status kabupaten atau provinsi agak sulit untuk menjangkaunya dengan APBD di tengah kebijakan fiskal saat ini. Harus sharing anggaran melalui APBN. Formulanya bagaimana? Ya kita usulkan masuk Inpres Jalan Daerah (IJD). Di situ akan menjadi perhatian pemerintah pusat," jelasnya.

Ulwan optimistis, melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, peluang menghadirkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat akan semakin terbuka. Ia berharap usulan pembangunan jalan tersebut dapat menjadi bagian dari prioritas nasional mengingat strategisnya posisi Pulau Yamdena dalam mendukung pengembangan LNG Abadi Masela.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan konektivitas di Pulau Yamdena merupakan salah satu prioritas yang terus diperjuangkan BPJN Maluku. Jalan yang terhubung hingga kawasan pesisir timur diyakini akan memperlancar arus barang, distribusi logistik, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus menopang kebutuhan proyek strategis nasional di Blok Masela.

"Bapak Gubernur juga berharap akan hal itu. Jadi kami terus berupaya membangun koordinasi dan kolaborasi. Apalagi sebagai anak daerah, kita punya tanggung jawab moral untuk memperhatikan hal ini dan memberikan yang terbaik par Maluku pung bae," tandasnya.

Komitmen tersebut menjadi sinyal bahwa pembangunan infrastruktur di Maluku tidak hanya dipandang sebagai proyek fisik semata, tetapi juga sebagai upaya membuka keterisolasian wilayah, mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta memastikan masyarakat di kawasan terluar memperoleh akses yang sama terhadap pembangunan. Dengan semangat sebagai putra daerah, Ulwan berharap perjuangan menghadirkan jalan yang menghubungkan seluruh pesisir Pulau Yamdena dapat segera terwujud demi masa depan Tanimbar dan Maluku yang lebih maju. (ji1)

1 Menyukai postingan ini