Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Maluku oleh Ketua Umum Bahlil Lahadalia di Santika Premiere Hotel, Sabtu (7/11). (Ist)

Umar Lessy Bantah Isu Munaslub Golkar: Hoaks! Maluku Tegak Lurus Dukung Bahlil Lahadalia

19

Ambon, JejakInfo.id – Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, Umar Ali Lessy, angkat bicara menepis isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar yang beredar melalui poster digital di media sosial. 

Ia memastikan kabar tersebut tidak benar dan menegaskan bahwa jajaran Golkar Maluku tetap solid di bawah kepemimpinan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

Umar menilai isu Munaslub yang beredar tersebut berpotensi memunculkan kegaduhan dan mengganggu konsolidasi internal partai berlambang pohon beringin. Padahal, menurutnya, kondisi organisasi saat ini berjalan kondusif dan seluruh jajaran kepengurusan tetap menjalankan agenda partai.

“Saya ingin pastikan kepada seluruh kader dan masyarakat bahwa isu Munaslub itu hoaks. Kami melihat ada pihak yang mencoba mengganggu soliditas Partai Golkar. Kondisi internal partai saat ini solid dan berjalan positif,” ungkap Umar di Santika Premiere Hotel Kota Ambon usai pelantikan pengurus DPD Golkar Maluku oleh Ketum Bahlil, Sabtu (7/11/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Umar di sela-sela kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai Golkar Maluku. Ia menegaskan, tidak ada perubahan sikap politik di tingkat daerah terkait kepemimpinan Bahlil Lahadalia.

“DPD Golkar Maluku tegak lurus di bawah kepemimpinan Bapak Bahlil Lahadalia. Kami fokus bergerak bersama, menjaga soliditas, dan menjalankan roda organisasi demi kejayaan Partai Golkar,” tegasnya.

Umar: Isu Munaslub Tidak Perlu Dibesar-besarkan

Umar menyebut isu Munaslub yang beredar di media sosial tidak perlu ditanggapi secara berlebihan. Ia menilai informasi tersebut tidak mencerminkan kondisi organisasi Golkar yang sebenarnya.

“Itu perbuatan orang iseng, orang kurang kerjaan, jadi tidak perlu ditanggapi secara seriuslah,” ujarnya.

Ia justru mengajak masyarakat dan konstituen yang ingin mengetahui perkembangan internal Golkar agar tidak hanya mengandalkan informasi dari media sosial. Menurutnya, masyarakat dapat mengonfirmasi langsung kepada jajaran pengurus partai, mulai dari DPP, DPD provinsi, DPD kabupaten/kota, hingga pengurus tingkat kecamatan dan desa.

Umar memastikan pintu komunikasi Golkar tetap terbuka bagi masyarakat yang ingin mengetahui aktivitas maupun dinamika organisasi.

“Saya tegaskan sekali lagi, Golkar solid, tidak ada itu Munaslub. Isu itu perbuatan orang iseng yang kurang kerjaan,” tandasnya.

Konsolidasi Berjenjang, Golkar Maluku Fokus Kerja Organisasi

Lebih lanjut, Umar menjelaskan bahwa DPD Golkar Maluku saat ini terus menjalankan konsolidasi organisasi secara berjenjang. Penguatan struktur dilakukan mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa, hingga rukun tetangga (RT).

Menurutnya, Golkar merupakan partai yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan politik nasional. Karena itu, setiap dinamika organisasi harus diselesaikan melalui mekanisme yang telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), bukan melalui isu yang berkembang tanpa kejelasan.

Ia juga menyampaikan bahwa kepemimpinan Bahlil Lahadalia menjadi arah bagi konsolidasi organisasi yang sedang berjalan. Umar turut menyinggung perkembangan hasil survei Partai Golkar yang disebutnya sebagai salah satu indikator positif penerimaan masyarakat terhadap partai.

“Kader di Maluku siap menjadi garda terdepan dalam mengawal setiap program dan arahan Ketum Bahlil Lahadalia. Fokus kita adalah kerja nyata untuk masyarakat dan menjaga kesatuan partai,” tukasnya.

Umar menegaskan, DPD Golkar Maluku akan terus menjaga komunikasi dan koordinasi dengan DPP serta seluruh jajaran kepengurusan di daerah.

Baginya, di tengah berbagai isu yang berkembang, agenda utama partai tetaplah konsolidasi organisasi dan pelaksanaan kerja politik yang menyentuh kepentingan masyarakat.

Dengan demikian, Umar kembali memastikan bahwa Golkar Maluku tetap menjalankan agenda organisasi di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia, sementara isu Munaslub yang beredar dibantahnya sebagai informasi yang tidak benar. (ji2)

1 Menyukai postingan ini