Umar Lessy vs Boy Sangadji, Perebutan Kursi Ketua Golkar Maluku Memanas

459

Ambon, JejakInfo.id — Panggung politik Partai Golkar Maluku kian panas. Jumat malam (7/11) sekitar pukul 20.10 WIT, Umar Lessy resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku.

Ia menjadi pendaftar terakhir sekaligus memastikan pertarungan head to head melawan Rohalim Boy Sangadji, Ketua DEPIDAR SOKSI Maluku yang lebih dulu menyerahkan berkas.

Dua nama ini bukan orang baru. Keduanya sama-sama dikenal sebagai kader loyal Partai Golkar dan sama-sama berada di lingkaran Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Namun, perebutan kursi ketua kali ini dipastikan tidak sekadar adu nama besar—melainkan pertarungan kekuatan politik dan jaringan dukungan.

Umar Lessy datang mendaftar dengan kekuatan penuh. Sejumlah ketua DPD II, pimpinan organisasi pendiri dan didirikan Golkar turut mengantarnya menyerahkan berkas ke panitia pendaftaran yang diketuai Yunus Serang.

Dukungan terhadap Umar datang dari enam DPD II, yakni Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Kota Tual, Maluku Tenggara, Kepulauan Tanimbar, dan Maluku Barat Daya.

Tak hanya itu, dua organisasi pendiri—Kosgoro dan MKGR serta organisasi sayap KPPG dan AMPG, ikut menyatakan dukungan. Dengan barisan sekuat itu, Umar tampil percaya diri menghadapi Musda Golkar Maluku yang akan digelar besok.

“Sebagai kader, saya wajib tunduk pada juklak yang diatur oleh DPP. Semua mekanisme akan kita hormati,” ujar Umar kepada wartawan dengan nada tenang.

Menanggapi isu soal adanya diskresi dari Ketum Bahlil Lahadalia, Umar menjawab diplomatis.

“Biasanya diskresi itu diberikan secara tertulis, dan menjadi kewenangan DPP. Kita hormati mekanisme itu,” ucapnya.

Berpose sebelum mendaftar. Turut hadir Richard Rahakbauw dan Waketum DPP AMPI, Steven Izaac Risakotta

Meski ada sejumlah kader yang hadir bersamanya namun telah memberikan rekomendasi ke kubu lawan, Umar memilih tidak memperpanjang perbedaan itu.

“Itu bagian dari dinamika demokrasi. Semua akan diselesaikan lewat mekanisme organisasi di Musda nanti,” katanya.

Saat ditanya soal motivasinya, Umar berbicara lantang. Ia menilai Partai Golkar di Maluku mengalami kemunduran dalam dua periode terakhir.

“Niat saya satu: mengembalikan kejayaan Golkar. Kita harus merebut kembali kursi yang hilang, baik di kabupaten, kota, provinsi, maupun DPR RI,” tegasnya penuh keyakinan.

Dengan dua figur kuat yang sama-sama punya akses ke DPP dan jaringan politik luas, Musda Golkar Maluku kali ini dipastikan berlangsung panas. Satu hal yang pasti, pertarungan bukan hanya soal siapa yang menang, tapi siapa yang benar-benar mampu membawa kembali sinar kejayaan Partai Golkar di Maluku.

Sekadar tahu, turut hadir mendampingi Umar Lessy saat mendaftar, Waketum DPP AMPI, Steven Izaac Risakotta. Ia telah lebih dulu memberikan dukungan dan penilaian politik kepada Umar Lessy. 
Baginya Umar Lessy fit and proper memimpin DPD Partai Golkar Provinsi Maluku.

Begitupun Richard Rahakbauw. Politisi senior Partai Golkar Maluku itu mengurung niatnya, dan memberikan dukungan penuh ke Umar Lessy. 

RR meyakini sungguh di tangan Umar Lessy, perubahan besar akan terjadi bagi kejayaan Partai Golkar menghadapi Pemilu 2029.

"Kita harus merebut kembali kejayaan Golkar. Golkar ini partai besar yang pernah berkuasa baik di eksekutif maupun di legislatif," kunci anggota DPRD Maluku lima periode berturut-turut. (ji1)