Unpatti dan Polda Maluku teken perjanjian kerjasama, Selasa (3/3). (Ist)

Unpatti dan Polda Maluku Teken Perjanjian Kerja Sama

8

Ambon, JejakInfo.id — Suasana khidmat namun penuh optimisme menyelimuti lantai tiga Rektorat Universitas Pattimura, Selasa (3/3). Di ruang rapat rektor itu, sebuah langkah baru resmi dimulai: Universitas Pattimura dan Polda Maluku menandatangani perjanjian kerja sama yang menandai semakin eratnya jalinan antara dunia akademik dan aparat penegak hukum.

Momentum itu tidak berhenti pada seremoni. Di hari yang sama, sebuah ruang baru diperkenalkan kepada civitas akademika "Police Corner" yang kini hadir di UPT Perpustakaan sebagai jembatan interaksi antara mahasiswa dan kepolisian. Bukan sekadar sudut informasi, ruang ini dirancang hidup: tempat berdiskusi, belajar, hingga berkonsultasi soal hukum dan keamanan.

Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd menegaskan bahwa hubungan kampus dengan Polda Maluku selama ini bukan hubungan seremonial semata. Kolaborasi keduanya telah berjalan dalam berbagai bentuk, mulai dari riset hingga pengabdian masyarakat. Kini, kerja sama itu menemukan bentuk yang lebih nyata dan dekat dengan kehidupan mahasiswa sehari-hari.

Menurut rektor, kehadiran Police Corner menjadi pintu masuk bagi mahasiswa untuk memahami hukum secara lebih membumi. Di sana, mereka tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga diajak untuk membangun kesadaran: bahwa keamanan kampus bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan juga bagian dari peran aktif mahasiswa.

Lebih jauh, ia melihat ruang ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat sistem keamanan internal kampus. Pelatihan bagi petugas keamanan hingga peningkatan standar operasional diharapkan berjalan lebih terarah, seiring dengan dukungan langsung dari kepolisian.

“Ini bukan sekadar ruang, tetapi ruang hidup yang menghubungkan teori dan praktik,” ungkapnya, menekankan pentingnya suasana akademik yang aman dan kondusif demi keberlangsungan Tridarma Perguruan Tinggi.

Senada dengan itu, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Brigjen Imam Thobroni, memandang kerja sama ini sebagai kebutuhan mendesak di tengah kompleksitas wilayah Maluku. Ia menggambarkan tantangan nyata yang dihadapi kepolisian: bentang geografis kepulauan, keterbatasan logistik, hingga jangkauan pelayanan ke daerah-daerah terpencil.

Namun, di balik tantangan itu, ia menegaskan komitmen Polri untuk tetap hadir memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat. Kunci utamanya, menurut dia, adalah kolaborasi.

“Tidak ada institusi yang bisa bekerja sendiri menghadapi dinamika sosial hari ini,” ujarnya.

Dalam konteks itulah, kehadiran kalangan akademisi menjadi sangat penting. Police Corner, kata dia, diharapkan menjadi ruang bertemunya pemikiran ilmiah dengan pengalaman lapangan. Dari sana, bukan tidak mungkin lahir gagasan-gagasan segar, rekomendasi kebijakan, hingga inovasi yang mampu menjawab persoalan keamanan secara lebih komprehensif.

Ia bahkan menyebut ruang tersebut sebagai “dapur pemikiran”, tempat ide-ide diramu, diuji, dan kemudian diterjemahkan menjadi langkah nyata.

Acara ini turut dihadiri jajaran pimpinan Universitas Pattimura dan pejabat utama Polda Maluku, yang menjadi saksi lahirnya sebuah kolaborasi yang diharapkan tidak hanya berhenti di atas kertas.

 

Di Ambon, hari itu, kerja sama tidak sekadar ditandatangani. Ia mulai dijalankan pelan tapi pasti, menuju kampus yang lebih aman, dan masyarakat yang lebih terlindungi. (ji6)