Launching Virtual Forum Komunikasi (FORKOM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Negeri se-Indonesia, yang berlangsung di Aula Lantai II Rektorat Universitas Pattimura, Selasa (7/7). (Ist)

Unpatti Jadi Tuan Rumah FORKOM FKIP se-Indonesia, Rektor: Era Kompetisi Bergeser Menuju Kolaborasi

50

Ambon, JejakInfo.id – Universitas Pattimura (Unpatti) kembali dipercaya menjadi bagian penting dalam penguatan pendidikan nasional. Kepercayaan itu ditandai dengan pelaksanaan Launching Virtual Forum Komunikasi (FORKOM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Negeri se-Indonesia, yang berlangsung, Selasa (7/7).

Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama jajaran pimpinan universitas. Sementara Ketua Umum FORKOM FKIP se-Indonesia, Dr. Imam Sujadi, M.Si., serta 33 Dekan FKIP Universitas Negeri dari seluruh Indonesia mengikuti kegiatan secara daring.

Di Aula Lantai II Gedung Rektorat Unpatti, suasana penuh semangat kolaborasi tampak dari kehadiran Dekan FKIP Unpatti, Prof. Dr. Izaak H. Wenno, M.Pd., Ketua Panitia Penyelenggara, Dr. Agust Ufie, M.Pd., Wakil Dekan III FKIP, Prof. Dr. Anderson Palinussa, M.Pd., Wakil Dekan I, para ketua jurusan, ketua program studi, dosen, hingga tenaga kependidikan yang mengikuti peluncuran forum tersebut secara langsung.

Mengusung tema "Baku Kele, Toma Maju, Harmony in Diversity," FORKOM FKIP menjadi simbol bersatunya 34 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Universitas Negeri di Indonesia. Forum ini hadir sebagai wadah untuk memperkuat sinergi di tengah keberagaman, dengan keyakinan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan dalam membangun sumber daya manusia dan tenaga kependidikan yang unggul.

Dalam sambutannya, Rektor Unpatti menyampaikan bahwa penyelenggaraan FORKOM FKIP se-Indonesia merupakan momentum bersejarah bagi Universitas Pattimura. Kepercayaan sebagai tuan rumah, menurutnya, bukan sekadar sebuah kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.

Ia menegaskan, seluruh potensi yang dimiliki universitas akan dikerahkan demi memastikan keberhasilan penyelenggaraan, keberhasilan program, sekaligus menghasilkan dampak nyata sesuai dengan semangat dan gagasan besar yang melandasi lahirnya FORKOM FKIP se-Indonesia.

Menurut Rektor, dunia pendidikan tinggi saat ini tengah memasuki babak baru. Paradigma yang dahulu lebih menonjolkan kompetisi kini bergeser menuju semangat kolaborasi yang saling menguatkan.

"Kesatuan aksi kita dalam semangat kolaborasi itulah yang paling mendasar. FORKOM FKIP se-Indonesia adalah satu wadah untuk memperkuat kolaborasi, dan berdampak bagi kemajuan pendidikan di Tanah Air," ujarnya.

Bagi Prof. Fredy, tema "Baku Kele, Toma Maju, Harmony in Diversity" bukan sekadar slogan. Tema tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk terus berjalan berdampingan, menjaga persatuan dalam keberagaman, serta melahirkan solusi atas berbagai tantangan dunia pendidikan.

Ia optimis semangat kolaborasi yang dibangun melalui FORKOM akan memberikan kontribusi besar, khususnya dalam menjawab berbagai persoalan pendidikan di Maluku maupun Indonesia secara luas.

"Saya yakin sungguh, dengan tema ini, kita semakin berdampak besar dan bisa memberikan solusi terhadap permasalahan pendidikan di Maluku. FKIP hadir untuk melahirkan guru-guru dan tenaga kependidikan yang profesional. Pada waktunya, Indonesia akan menjadi negara besar, sehingga persoalan pendidikan menjadi sesuatu yang sangat penting dalam menyiapkan sumber daya manusia dan tenaga kependidikan yang semakin profesional," tuturnya.

Sementara itu, Dekan FKIP Unpatti, Prof. Dr. Izaak H. Wenno, S.Pd., M.Pd., mengawali sambutannya dengan menyoroti makna tema yang diangkat dalam FORKOM FKIP tahun ini.

Menurutnya, kalimat "Baku Kele, Toma Maju" memang sederhana, namun mengandung filosofi yang sangat kuat tentang pentingnya kebersamaan dalam keberagaman.

"Tema ini menarik. Singkat, tetapi pemahaman dan maknanya sangat mendalam. Bahwa keberagaman dalam kebersamaan lewat semangat Baku Kele, Toma Maju menjadi spirit untuk terus melangkah maju dalam kolaborasi di dunia kependidikan," ungkapnya.

Prof. Wenno menjelaskan, peluncuran FORKOM FKIP se-Indonesia menjadi awal dari rangkaian kegiatan yang akan mencapai puncaknya pada 5–8 November 2026 di Kota Ambon.

Berbagai agenda telah dipersiapkan untuk memeriahkan kegiatan tersebut, mulai dari debat bahasa Inggris, musikalisasi puisi, micro teaching, lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional, hingga sejumlah kegiatan akademik dan kreativitas lainnya.

Ia berharap seluruh dekan FKIP yang tergabung dalam FORKOM FKIP se-Indonesia dapat hadir langsung pada puncak kegiatan nanti.

"Kami berharap seluruh peserta, khususnya para dekan FKIP yang tergabung dalam FORKOM FKIP se-Indonesia, bisa hadir dan berpartisipasi langsung pada puncak pelaksanaan kegiatan di Kota Musik, kampus Orang Basudara," katanya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Umum FORKOM FKIP se-Indonesia, Dr. Imam Sujadi, M.Si., menegaskan bahwa FORKOM bukan sekadar agenda rutin yang dilaksanakan setiap dua tahun. Lebih dari itu, forum ini merupakan ruang strategis untuk menyatukan gagasan serta mempercepat transformasi pendidikan guru di Indonesia.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi dunia pendidikan semakin kompleks. Karena itu, lulusan lembaga pendidikan tenaga kependidikan tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga dituntut kreatif, mampu berkolaborasi, serta memiliki karakter yang menghargai keberagaman.

Ia menambahkan, tujuan utama FORKOM FKIP se-Indonesia adalah memperkuat sinergi antarlembaga pendidikan tinggi dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional sekaligus mencetak calon guru yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

"FKIP harus mampu melahirkan tenaga pendidik yang terus bertransformasi di tengah perkembangan zaman dan mampu berkembang menjadi ekosistem dalam kolaborasi nasional maupun global," pungkasnya. (ji6)