-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026


Ambon, JejakInfo.id — Universitas Pattimura (Unpatti) mulai serius menjadikan budidaya hidroponik bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, tetapi bagian dari pengembangan usaha produktif sekaligus ruang pembelajaran bagi mahasiswa.
Pengembangan tersebut terlihat di Kebun Hidroponik Badan Usaha Bisnis Akademik dan Nonakademik (Bubana) Green Universitas Pattimura. Di lokasi itu, ribuan titik tanam dimanfaatkan untuk menghasilkan berbagai jenis sayuran.
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Pattimura, Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt., M.Sc., mengatakan pengembangan hidroponik merupakan salah satu langkah memanfaatkan lahan secara produktif sekaligus membantu memenuhi kebutuhan sayuran masyarakat, khususnya di Kota Ambon.
Hal itu disampaikan Prof. Malle saat membuka kegiatan panen sayur dengan sistem penanaman hidroponik, Rabu (2/9/2026).
Ia mengapresiasi pengelola yang telah mengembangkan fasilitas hidroponik tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat hampir 4.000 titik atau lubang tanam yang digunakan untuk membudidayakan sejumlah komoditas sayuran.
“Ini menjadi salah satu bukti bahwa kebutuhan kita untuk mengembangkan sayuran dan memenuhi kebutuhan di Kota Ambon dapat dilakukan melalui pengembangan hidroponik,” ujar Prof. Malle.
Menurutnya, pengembangan hidroponik memiliki nilai strategis bagi Unpatti. Sebagai Badan Layanan Umum (BLU), universitas dituntut untuk terus mengembangkan berbagai usaha produktif yang mampu memberikan nilai tambah, baik bagi institusi maupun masyarakat. Namun, manfaat hidroponik tidak berhenti pada hasil panen.
Fasilitas tersebut juga dinilai dapat menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa. Mereka dapat mengenal teknologi budidaya tanaman, memahami proses produksi, hingga melihat bagaimana sebuah kegiatan pertanian dikembangkan menjadi usaha yang memiliki nilai ekonomi.
Prof. Malle bahkan membuka peluang agar fasilitas hidroponik tersebut dimanfaatkan lebih luas oleh dosen maupun sivitas akademika yang memiliki ketertarikan mengembangkan kegiatan serupa.
Kolaborasi antara sivitas akademika dan pengelola diharapkan dapat membuat pengembangan hidroponik semakin berkembang dan berkelanjutan.
“Harapannya, kegiatan ini terus berkembang sehingga tidak hanya menghasilkan sayuran, tetapi juga mendorong kewirausahaan dan usaha produktif di lingkungan Universitas Pattimura,” ujarnya.
Dalam kegiatan panen tersebut, sejumlah sayuran yang dipanen antara lain Sawi Samhong, Pakcoy Hijau, Pakcoy Putih, dan Selada.
Dengan ribuan titik tanam yang tersedia, kebun hidroponik Unpatti kini tidak hanya menawarkan hasil panen, tetapi juga membuka peluang bagi kampus untuk menghubungkan pendidikan, kewirausahaan, dan kebutuhan pangan masyarakat dalam satu kegiatan produktif. (ji6)
