Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt., M.Sc., hadir dalam agenda Launching/Kick Off NZMATES Programme Phase 2 yang berlangsung di Lantai 6 Ruang Rapat Kantor Gubernur Maluku, Senin (14/9). (Ist)

Unpatti Perkuat Peran Akademik dalam Pengembangan Energi Terbarukan Maluku

12

Ambon, JejakInfo.id — Pengembangan energi terbarukan di Maluku memasuki babak baru. Pemerintah Provinsi Maluku bersama Pemerintah New Zealand kembali memperkuat kerja sama melalui peluncuran New Zealand–Maluku Access to Renewable Energy Support (NZMATES) Programme Phase 2.

Momentum tersebut turut mendapat perhatian dari Universitas Pattimura (Unpatti). Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt., M.Sc., hadir dalam agenda Launching/Kick Off NZMATES Programme Phase 2 yang berlangsung di Lantai 6 Ruang Rapat Kantor Gubernur Maluku, Senin (14/9/2026).

Program NZMATES Phase 2 merupakan kelanjutan kerja sama Pemerintah New Zealand dan Pemerintah Indonesia dalam mendukung pengembangan energi terbarukan di Provinsi Maluku.

Kerja sama ini menjadi penting bagi Maluku yang memiliki potensi energi terbarukan cukup besar, namun di saat yang sama menghadapi tantangan geografis sebagai wilayah kepulauan. Pengembangan energi bersih diharapkan tidak hanya memperkuat akses energi, tetapi juga mendorong pembangunan yang lebih berkelanjutan di daerah.

Kehadiran Unpatti dalam momentum tersebut menunjukkan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam agenda pembangunan energi di Maluku. Kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga memiliki peran dalam menyiapkan sumber daya manusia, mengembangkan riset, serta memberikan gagasan dan inovasi yang dapat mendukung kebutuhan pembangunan daerah.

Dengan kapasitas akademik dan sumber daya yang dimiliki, Unpatti memiliki ruang strategis untuk berkontribusi dalam pengembangan pengetahuan dan teknologi energi terbarukan yang sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan Maluku.

Peluncuran NZMATES Phase 2 juga mempertemukan berbagai pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap masa depan energi Maluku.

Hadir dalam agenda tersebut Ambassador of New Zealand for Indonesia, Philip Taula, bersama jajaran Kedutaan Besar New Zealand dan mitra NZMATES. Turut hadir Asisten Administrasi Umum Sekda Maluku D. N. Kaya, S.Sos., M.Si., serta Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng., IPU.

Selain itu, hadir pula perwakilan Politeknik Negeri Ambon, Sinode GPM, pimpinan instansi vertikal, organisasi perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku, pejabat Kementerian PPN/Bappenas RI, serta sejumlah undangan lainnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt., M.Sc. (kiri)

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan energi terbarukan di Maluku membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, perguruan tinggi, lembaga keagamaan, mitra pembangunan, hingga masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi.

Bagi Unpatti, keterlibatan dalam agenda ini menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi akademik terhadap persoalan strategis daerah. Energi terbarukan bukan hanya berbicara mengenai teknologi dan infrastruktur, tetapi juga menyangkut pendidikan, riset, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan pembangunan.

Melalui sinergi tersebut, Maluku diharapkan mampu mengoptimalkan potensi energi bersih yang dimiliki sekaligus membuka peluang lahirnya inovasi dan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan energi masa depan.

Keterlibatan Unpatti dalam NZMATES Phase 2 pun menjadi sinyal bahwa kampus semakin mengambil posisi penting dalam mendukung agenda pembangunan Maluku—dari ruang akademik hingga kebutuhan nyata masyarakat di wilayah kepulauan. (ji6)