-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026




Ambon, JejakInfo.id — Jagat media sosial di Ambon sempat diguncang oleh sebuah video berdurasi hampir dua menit. Rekaman itu memperlihatkan keluh kesah seorang pedagang kecil di Gedung Putih, Pasar Mardika, yang mengaku kehilangan barang dagangannya. Dengan kaos pink yang dikenakan, sang pedagang merekam sendiri kondisi yang ia alami. Suara lirihnya cepat menyentuh emosi warganet.
Video tersebut pertama kali diunggah oleh korban, Tety Salasiwa, sebelum kemudian menyebar luas. Perhatian publik semakin membesar ketika Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, turut membagikannya di akun Facebook pribadinya.
Dalam keterangannya, ia secara terbuka meminta perhatian pemerintah provinsi, bahkan menyebut langsung Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan jajarannya agar mendengar keluhan para pedagang.
Unggahan itu langsung meledak. Ratusan reaksi, ratusan komentar, dan puluhan kali dibagikan menjadi bukti bahwa persoalan keamanan di pasar tersebut bukan isu sepele. Simpati publik mengalir deras, terutama bagi para pedagang kecil yang dianggap rentan.
Tekanan publik pun berbuah respons cepat. Gubernur Maluku disebut langsung memerintahkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Ahmad Jais Elly, untuk berkantor di lokasi dan menangani persoalan yang mencuat.
Namun, di tengah derasnya perhatian, terjadi hal yang justru memancing tanda tanya besar.
Video yang menjadi pemicu gelombang empati itu mendadak hilang dari akun Wali Kota. Tanpa penjelasan, unggahan tersebut lenyap, menyisakan kebingungan di tengah publik yang masih mengikuti perkembangan kasus ini.
Sebagai gantinya, muncul unggahan baru. Kali ini bernada lebih teduh. Bodewin Wattimena membagikan momen pertemuannya dengan Tety Salasiwa. Ia menuliskan refleksi tentang jabatan dan kehidupan, sembari menyampaikan bahwa sang pedagang kini telah tersenyum kembali dan diharapkan bisa melanjutkan usahanya.
Ia juga mengapresiasi respons cepat pemerintah provinsi dalam menangani persoalan Pasar Mardika, serta mengajak masyarakat untuk mendukung upaya pembenahan yang dilakukan.
Meski demikian, hilangnya video awal justru menjadi sorotan baru. Warganet mulai berspekulasi, mempertanyakan alasan di balik penghapusan tersebut.
Apakah sekadar langkah meredam polemik, atau ada dinamika lain yang tak terlihat publik? Hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait lenyapnya video yang sempat menggugah emosi banyak orang itu. Yang tersisa hanyalah jejak tangkapan layar dan pertanyaan yang terus bergulir: apa yang sebenarnya terjadi di balik layar? (ji5)




