-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Dobo, JejakInfo.id — Sabtu (14/2) pagi di Kota Dobo terasa berbeda. Derap langkah warga berpadu tawa dan sapaan hangat, mengiringi jalan santai yang digelar Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Kepulauan Aru menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Kegiatan yang dipusatkan di jantung ibu kota kabupaten itu bukan sekadar olahraga bersama. Ia menjelma menjadi ruang temu lintas warga, tempat kebersamaan dirajut tanpa sekat.
Bupati Timotius Kaidel dan Wakil Bupati Kepulauan Aru, Muhamad Djumpa, tampak menyatu di tengah barisan peserta. Kehadirannya memberi pesan kuat bahwa pemerintah daerah berdiri bersama masyarakat dalam setiap gerak kebersamaan.
Semangat kian terasa saat senam bersama dimulai dan dibuka oleh Bupati Timotius Kaidel. Musik mengalun, gerakan serempak dilakukan, dan wajah-wajah penuh antusias menghiasi lapangan. Tak ada jarak antara pejabat dan warga. Semua larut dalam suasana yang sama: menyambut Ramadan dengan hati bersih dan tubuh yang sehat.
Ketua KKSS Kabupaten Kepulauan Aru, Fajar Yasir, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum penting, bukan hanya untuk menjaga kebugaran, tetapi juga mempertegas identitas kebersamaan masyarakat.
“Momentum ini selain memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap prima, juga merupakan identitas dan simbol kebersamaan di antara kita,” ujarnya.
Wakil Bupati Muhamad Djumpa mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menegaskan, pemerintah daerah selalu membuka ruang bagi kegiatan sosial kemasyarakatan yang mempererat tali silaturahmi.
“Pemerintah daerah selalu mendukung kegiatan seperti ini karena memiliki dampak positif dalam mempererat hubungan sosial sesama masyarakat,” katanya.
Di tengah dinamika pembangunan daerah, kebersamaan semacam ini menjadi energi tersendiri. Jalan santai dan senam bersama bukan hanya seremoni menjelang Ramadan, melainkan cerminan solidaritas yang hidup di tengah masyarakat Kepulauan Aru.
Harapannya, semangat yang terbangun pagi itu tidak berhenti di satu momentum. Organisasi kemasyarakatan diharapkan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga harmoni sosial agar Kepulauan Aru tetap tumbuh sebagai daerah yang sehat, rukun, dan inklusif. (ji3)
