-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026


Ambon, JejakInfo.id – Kebanggaan tengah menyelimuti masyarakat adat Seram Selatan. Empat putra terbaik dari wilayah tersebut berhasil menembus skuad Banteng Maluku Raya FC yang akan mewakili Provinsi Maluku pada putaran nasional Liga Kampung U-17 Soekarno Cup di Surabaya.
Keberhasilan itu disambut penuh syukur oleh masyarakat. Mereka menilai ajang yang digagas PDI Perjuangan bukan sekadar kompetisi sepak bola, melainkan membuka ruang bagi generasi muda Maluku untuk menunjukkan kemampuan di panggung nasional.
Sebanyak 25 pemain Banteng Maluku Raya FC merupakan hasil seleksi ketat dari empat zona pelaksanaan Liga Kampung U-17 Soekarno Cup di Provinsi Maluku. Tim tersebut dijadwalkan dilepas secara resmi oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Benhur George Watubun, pada Kamis (6/8/2026) di Kantor DPD PDI Perjuangan Maluku, kawasan Karang Panjang, Kota Ambon.
Selanjutnya, pada Sabtu (8/8/2026), seluruh pemain, pelatih, ofisial, serta rombongan DPD PDI Perjuangan Maluku akan bertolak menuju Surabaya menggunakan maskapai Lion Air untuk mengikuti putaran final yang akan dibuka pada Senin (10/8/2026) di Stadion Gelora 10 November Surabaya oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
Ketua Latupati Kecamatan Tehoru yang juga Raja Negeri Hatumete, Berty Lilihata, mengatakan masyarakat adat Seram Selatan menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku Benhur George Watubun serta DPC PDI Perjuangan Maluku Tengah atas terselenggaranya kompetisi tersebut.
Menurutnya, keberhasilan empat anak Seram Selatan menembus tim Banteng Maluku Raya FC menjadi kebanggaan besar bagi masyarakat.
"Ini adalah kebanggaan kami. Anak-anak kami kini memiliki kesempatan bertanding di level nasional. Kesempatan seperti ini sangat berharga karena menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berlatih dan mengejar prestasi," ujarnya.
Berty menilai PDI Perjuangan telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap pembinaan generasi muda melalui olahraga. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini, kata dia, tidak mudah menghadirkan sebuah kompetisi sepak bola yang mampu menjangkau berbagai daerah di Maluku hingga mengantar para pemain terbaik berlaga di tingkat nasional.
"Selama ini banyak yang melihat partai politik hanya bergerak di ranah politik dan pemerintahan. Namun melalui Soekarno Cup, kami melihat ada perhatian nyata terhadap pembinaan olahraga, khususnya sepak bola usia muda. Ini patut diapresiasi," katanya.
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Benhur George Watubun, menegaskan bahwa Soekarno Cup akan terus menjadi agenda tahunan partainya sebagai bentuk komitmen dalam membina bakat generasi muda.
Menurut Benhur, Maluku memiliki banyak talenta sepak bola yang membutuhkan ruang untuk berkembang dan menunjukkan kualitasnya. Karena itu, Soekarno Cup diharapkan menjadi jembatan lahirnya pemain-pemain muda yang mampu mengharumkan nama Maluku di tingkat nasional bahkan internasional.
"Soekarno Cup kami hadirkan sebagai wadah bagi anak-anak muda untuk menyalurkan bakat dan meraih prestasi. Kami ingin mereka memiliki mimpi besar dan percaya bahwa dari kampung-kampung di Maluku pun dapat lahir pesepak bola hebat yang membanggakan daerah," ujar Benhur.
Lebih dari sekadar kompetisi, Benhur menegaskan Soekarno Cup membawa pesan persatuan. Melalui olahraga, generasi muda diajak membangun sportivitas, mempererat persaudaraan, dan menghapus sekat-sekat perbedaan yang selama ini kerap menjadi tantangan dalam kehidupan bermasyarakat.
"Yang paling penting bagi kita di Maluku, Soekarno Cup adalah ruang untuk berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan sesama, sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman. Sepak bola menyatukan semua orang tanpa memandang latar belakang. Semangat itulah yang ingin terus kami bangun dari Maluku untuk Indonesia," tutupnya. (ji5)

